SANTRI AL MUMTAZ PINTAR NGAJI, ETOS KERJA TINGGI DAN BERPRESTASI!!

kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas

Sabtu, 12 September 2015

PENGGALANGAN DANA KEMAH SANTRI DAN BAKTI SOSIAL PPT AL MUMTAZ




Menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha 1436 H, PPT Al Mumtaz berkerja sama dengan Pramuka UIN Sunan Kalijaga  Yogyakarta, akan melaksanakan Kemah Santri dan Bakti sosial. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama empat hari, dibuka pada hari rabu (23/09) sampai dengan sabtu (26/09) yang bertempat di dusun Bungmanis, Rongkop, Gunungkidul, Yogyakarta.

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk melatih kemandirian dan jiwa sosial santri, dengan harapan nantinya para santri terbiasa hidup bermasyarakat dan berbagi dengan sesama.

Demi kelancaran acara tersebut, dibutuhkan dana kurang lebih Rp 23.000.000.- untuk biaya operasional kegiatan seperti pengadaan air bersih, penerangan, konsumsi dan sembako.

Untuk kesuksesan kegiatan tersebut, kami selaku panitia menerima sumbangan baik berupa  dana, hewan qurban atau sembako. Sumbangan tersebut dapat disalurkan melalui WA/telephone di nomor : 087738809004 (an: Arifin, SHI), atau datang langsung di PPT  Al Mumtaz , Jl. Yogya-Wonosari KM 25, Patuk, Gunumgkidul, Yogyakarta.

Besar harapan kami kepada calon donatur untuk memberikan sumbangannya sebagai bentuk partisipasi dan kepedulian kita terhadap sesama.

Atas partisipasi dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih,semoga yang demikian ini dapat menjadi jalan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jazakumullahu khoiron.

Sabtu, 15 Februari 2014

                                                                               by: @otoyz_

Rabu, 01 Agustus 2012

Manfaat Puasa secara kesehatan


   1.      Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa the penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan bagi peningkatan kesehatan manusia.
   2.      Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah riterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.
3.      Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi. Saat puasa terjdi perubahan dan konversi yang massif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan. Sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati.

Lailatul Qadar

Ramadan adalah bulan yang sangat dirindukan dan dinanti-nantikan orang-orang beriman karena kemuliaan dan keagungan yang terdapat di dalamnya. Salah satunya adalah Lailatul Qadr. Sebagaimana Allah Swt telah mensinyalir dalam Alquran:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) saat Lailatul Qadar(malam kemuliaan).Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadaritu?Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1-5)

Allah SWT memberitahukan bahwa Dia menurunkan Alquran pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan. Allah ta'ala berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Alquran) pada suatu malam yang diberkahi.” (QS Ad-Dukhaan: 3). Dan malam itu berada di bulan Ramadan, sebagaimana firman Allah Ta'ala: “Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (QS Al-Baqarah: 185).

Sabtu, 21 Juli 2012

Pemahaman Hisab dan Rukyat


Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.
Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.
Perlu diketahui bahwa dalam kalender Hijriyah, sebuah hari diawali sejak terbenamnya matahari waktu setempat, bukan saat tengah malam. Sementara penentuan awal bulan (kalender) tergantung pada penampakan (visibilitas) bulan. Karena itu, satu bulan kalender Hijriyah dapat berumur 29 atau 30 hari.

 Hisab
'Hisab secara harfiah 'perhitungan. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi Matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi Matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriyah. Hal ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat muslim mulai berpuasa, awal Syawal (Idul Fithri), serta awal Dzulhijjah saat jamaah haji wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).