SANTRI AL MUMTAZ PINTAR NGAJI, ETOS KERJA TINGGI DAN BERPRESTASI!!

kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas

Rabu, 04 April 2012

Keistimewaan Shodaqah


Dikisahkan, ada tiga orang yang sedang mengantri di depan pintu surga yang dijaga oleh malaikat Ridwan, mereka adalah Ulama, Mujahid dan Orang kaya yang dermawan. Malaikat Ridwan kemudian memanggil satu persatu sesuai urutan amal perbuatan yang mereka lakukan didunia. Siapa yang paling banyak amal sholihnya maka dia yang didahulukan untuk masuk surga.
Pertama malaikat Ridwan mempersilahkan kepada mujahid untuk masuk surga terlebih dahulu,”Hai Sayed, silahkan masuk terlebih dahulu, karena Allloh SWT telah menjanjikan surga untukmu atas syahidmu di jalan Alloh SWT,”
Tetapi ternyata si Mujahid menolaknya dengan halus, sambil berkata,”Maaf Tuan malaikat, biarlah tuan Ulama yang terhormat masuk surga terlebih dahulu sebelum saya, karena saya tidak akan tahu keutamaan dari berjihad tanpa ilmu pengetahuan dari anda yang seorang ulama”.
Akhirnya malaikat Ridwa mempersilahkan Ulama memasuki surga terlebih dahulu.Tetapi ketika si Ulama tadi akan masuk dan melangkahkan kakinya ke pintu surga, tiba-tiba tidak disangka ia justru kembali mundur dan berkata kepada malaikat. Sebelum saya masuk kesurga, saya mohon biarkan Si Kaya yang Dermawan yang masuk surga”.

Minggu, 25 Maret 2012

Pengajian Ahad Pagi



Minggu, 25 Maret 2012 seperti biasanya Pondok Pesantren Al Mumtaz mengadakan pengajian Ahad pagi. Kali ini pengajian di isi oleh Kyai Drs. Jalaludin dengan materi Fiqih "masalah Haid".

"Haid merupakan masalah khusus wanita, tetapi laki-laki pun wajib untuk tahu. Karena laki-laki merupakan pemimpin keluarga" tutur pak Jalal.

Keluarga Besar Al Mumtaz

Foto Bersama H.D. Irianto (Motivator Nasional) Setelah acara Training Motivasi.

Selasa, 08 November 2011

Kata Pengantar

Alhamdullilah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Rabbul Izzati yang Maha Murah, Maha Kasih, Maha Tinggi yang tak terhingga kekuasaan Nya. Zaman silih berganti mengikuti Sunnatullah yang tidak mungkin kita hindari. Sebagai makluk Allah kita senantiasa mengalami Sunnatullah dengan selalu berpegang kepada tali-NYA untuk menciptakan hubungan harmonis dengan manusia dan juga dengan alam sekitar dimana kita berada.
Peredaran waktu senantiasa datang dan pergi sebagaimana bergantinya siang dan malam dengan meninggalkan sejarah yang berbeda-beda. Perjalanan itulah yang akhirnya menjadi catatan panjang perjalanan hidup manusia itu sendiri. Maka dari itu setiap generasi diberi kesempatan yang sama oleh Allah untuk menorehkan perjalannya dan akhirnya juga akan menjadi catatan sejarah bagi generasi berikutnya. Adapun bobot nilai sejarahnya adalah tergantung sejauh mana suatu generasi mampu menorehkan tinta emasnya dalam lembaran sejarah generasi pada masanya.