SANTRI AL MUMTAZ PINTAR NGAJI, ETOS KERJA TINGGI DAN BERPRESTASI!!

kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas

Rabu, 01 Agustus 2012

Manfaat Puasa secara kesehatan


   1.      Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa the penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan bagi peningkatan kesehatan manusia.
   2.      Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah riterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.
3.      Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi. Saat puasa terjdi perubahan dan konversi yang massif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan. Sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati.

Lailatul Qadar

Ramadan adalah bulan yang sangat dirindukan dan dinanti-nantikan orang-orang beriman karena kemuliaan dan keagungan yang terdapat di dalamnya. Salah satunya adalah Lailatul Qadr. Sebagaimana Allah Swt telah mensinyalir dalam Alquran:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) saat Lailatul Qadar(malam kemuliaan).Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadaritu?Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1-5)

Allah SWT memberitahukan bahwa Dia menurunkan Alquran pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan. Allah ta'ala berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Alquran) pada suatu malam yang diberkahi.” (QS Ad-Dukhaan: 3). Dan malam itu berada di bulan Ramadan, sebagaimana firman Allah Ta'ala: “Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (QS Al-Baqarah: 185).

Sabtu, 21 Juli 2012

Pemahaman Hisab dan Rukyat


Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.
Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.
Perlu diketahui bahwa dalam kalender Hijriyah, sebuah hari diawali sejak terbenamnya matahari waktu setempat, bukan saat tengah malam. Sementara penentuan awal bulan (kalender) tergantung pada penampakan (visibilitas) bulan. Karena itu, satu bulan kalender Hijriyah dapat berumur 29 atau 30 hari.

 Hisab
'Hisab secara harfiah 'perhitungan. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi Matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi Matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriyah. Hal ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat muslim mulai berpuasa, awal Syawal (Idul Fithri), serta awal Dzulhijjah saat jamaah haji wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Kamis, 10 Mei 2012

Bersyukur


Alkisah ketika hujan ada sepasang suami istri berjalan dipinggir jalan sambil mengenakan payung, kemudian tiba-tiba ada sepasang suami istri naik motor lewat di sampingnya wuesssss...... kemudian serentak orang yang berjalan berkata:
"uh.... andaikan aku punya motor seperti dia, kita ga akan kesusahan jalan seperti ini"

Kemudian orang yang naik motor pun disalip oleh orang yang menggendarai mobil wuesss... serentak orang yang naik motorpun bilang dalam hatinya:
"uh..... ya Allah andaikan aku punya mobil, maka ga akan susah susah kehujanan  kedinginan seperti ini"

Kemudian orang yang naik mobilpun melihat orang yang sedang berjalan mengenakan payung bersama pasangannya. Diapun dalam hati serentak mengumam:
 "wah romantis bener tuh pasangan, ga kaya aku selalu sibuk, waktu selalu mengaturku dan jalan kemana mana slalu sendiri ga da istri yang menemani" gedubrak!!!!

Ko orang ga ada syukurnya yah? yang ada hanyalah sawang-sinawang (saling melihat orang lain lebih baik dari dirinya). Weleh-weleh, yah memang itulah fenomena yang ada dalam masyarakat, sulit untuk bersyukur. Saya teringat dengan guru bijakku yang menerangkan konsep kebahagiaan, dengan suara karismanya beliau menasihatiku,

Rabu, 04 April 2012

Keistimewaan Shodaqah


Dikisahkan, ada tiga orang yang sedang mengantri di depan pintu surga yang dijaga oleh malaikat Ridwan, mereka adalah Ulama, Mujahid dan Orang kaya yang dermawan. Malaikat Ridwan kemudian memanggil satu persatu sesuai urutan amal perbuatan yang mereka lakukan didunia. Siapa yang paling banyak amal sholihnya maka dia yang didahulukan untuk masuk surga.
Pertama malaikat Ridwan mempersilahkan kepada mujahid untuk masuk surga terlebih dahulu,”Hai Sayed, silahkan masuk terlebih dahulu, karena Allloh SWT telah menjanjikan surga untukmu atas syahidmu di jalan Alloh SWT,”
Tetapi ternyata si Mujahid menolaknya dengan halus, sambil berkata,”Maaf Tuan malaikat, biarlah tuan Ulama yang terhormat masuk surga terlebih dahulu sebelum saya, karena saya tidak akan tahu keutamaan dari berjihad tanpa ilmu pengetahuan dari anda yang seorang ulama”.
Akhirnya malaikat Ridwa mempersilahkan Ulama memasuki surga terlebih dahulu.Tetapi ketika si Ulama tadi akan masuk dan melangkahkan kakinya ke pintu surga, tiba-tiba tidak disangka ia justru kembali mundur dan berkata kepada malaikat. Sebelum saya masuk kesurga, saya mohon biarkan Si Kaya yang Dermawan yang masuk surga”.