SANTRI AL MUMTAZ PINTAR NGAJI, ETOS KERJA TINGGI DAN BERPRESTASI!!

kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas

Selasa, 02 Agustus 2016

Sebuah Puisi Tuk Bundaku Negeri Merah Putih




PERTIWI TERTUTUP
                                                                    Saeful  Junaedi (MA PLUS AL MUMTAZ)
Ketika buana penghuninya tersimpuh
Ketika pertiwi merintih dan tersedu
Ketika insan saling berseteru
Maka tibalah saat tak menentu
                      Datanglah azab yang petdih
                      Ketika pertiwi merintih dan menangisi
                      Ketika insan tak menyadari
                      Bahwa lingkungan telah ternodai
Pertiwi ku kini......
Merintih, menutup, dan menangisi
Seribu gejolak menampar diri
Terseret arus globalisasi
                     Langit menindihkan kabut untuk pertiwi
                     Saat rahmat dicabut sang ilahi
                    Apakah ulah tetangga negeri
                   Ataukah peribumi yang merepotasi
Paru-paruku ditelan api,
Udarapun ternodai
Manusia tertusuk alam diri
Saat kabut asap merajai...
                      Yaa Robbi...
                      Lenyapkanlah azab ini....   
                      Dari pertiwi kami...
                      Sungguh kami akan kembali..
Bibirku membungkam dibungkam firman-Mu...                

Senin, 01 Agustus 2016

Penggalangan Dana Masjid Baitu Alim Suherman Ponpes Al Mumtaz



Masjid baitu Alim Suherman al Mumtaz di bangun pada tahun 2013 dengan luas  225 m2 yang mana masjid tersebut adalah pusat peribadatan seluruh santri ponpes terpadu al Mumtaz, dulu saat awal-awal masjid tersebut  dijadikan ruang kelas juga untuk adik-adik siswa MA Plus al Mumtaz, maklum dulu  pondok kami masih keterbatasan tempat dan saranaa prasarana.
Dan lamban tahun tahun jumlah santripun semakin bertambah, bahkan sekarang jumlah santri sudah mencapai 400 orang santri. Bayangkan betapa supeknya suasana dimasjid yang seluas 225 m2 dengan jumlah jamaah lebih dari 400 orang.
Oleh karena itu kami pun berkeinginan untuk memperluas serambi masjid tersebut dan alhamdulillah sudah mulai pembangunan sejak 30 Maret 2016. Namun karena keterbatasan biaya sehingga pembangunan pun terhenti hingga sekarang ini.
Oleh karena itu, kami mengajak saudara-saudaraku yang dermawan untuk turut berpastisipasi dalam pembangunan masjid kami, Dengan melakukan wakaf tunai.


Monggo disimak penjelasan sedikit tentang infaq berikut ini :
infaq atau amal Jariyah termasuk amal ibadah yang paling mulia bagi kaum muslim, yaitu berupa membelanjakan  harta benda. Dianggap mulia, karena pahala amalan ini bukan hanya dipetik ketika orang tersebut masih hidup, tetapi pahalanya juga tetap mengalir terus, meskipun orang tersebut telah meninggal dunia. Bertambah banyak orang yang memanfaatkannya, bertambah pula pahalanya; terlebih bila yang memanfaatkan ini orang yang berilmu dinul Islam, ahli ibadah menurut Sunnah dan ahli da’wah Salafiyah, tentunya akan lebih bermanfaat lagi . Ini semua akan dipetik oleh orang tersebut  besok pada hari kiamat.
Dari Abu Mas’ud Al Anshari Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang itu berkata kepadanya: ”Saya kehabisan bekal dalam perjalananku ini, maka antarkan aku ke tempat tujuan?” Beliau menjawab,”Saya tidak punya kendaraan,” lalu ada seorang laki-laki yang berkata,”Wahai, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku tunjukkan orang yang dapat mengantarkan dia,” lalu Beliau bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].
Bayangkan, orang yang menunjukkan kebaikan, yang modalnya hanya berupa lisan atau tenaga, dijamin akan mendapatkan pahala semisal orang yang mengerjakannya. Maka, bagaimana dengan orang yang menunjukkan kebaikan disertai harta bendanya? Bukankah lebih utama dan lebih banyak pahalanya? Tentunya ini hanya dapat diterima dan diamalkan oleh orang yang kuat imannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berharap pahalaNya besok pada hari pembalsan. Misalnya, sahabat Thalhah Radhiyallahu ‘anhu tatkala mendengar ayat :
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. [Ali Imran:92].




Kamis, 28 Juli 2016

Forum Ta'aruf Santri Al Mumtaz (FORTASPA) , Antar Santri Beradaptasi



GUNUNGKIDUL- Selasa (19/07) Ponpes al Mumtaz Patuk Gunungkidul mengadakan kegiatan Forum Taaruf Santri (FORTASPA) atau yang biasa dikenal dengan MOS yang mengusung tema transformasi diri dalam kehidupan pesantren. Yang sudah berlangsung sejak hari senin kemarin sampai dengan tiga minggu mendatang. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan untuk penyambutan santri baru agar lebih mengenal kehidupan pesantren. Mulai dari tata tertib atau adat istiadat,  sampai dengan kegiatan sehari-hari di pesantren.
Diikuti oleh 54 santri tingkat MA dan 90 santri MTs.  Panitia FORTASPA mempersipakan berbagai acara yang dibutuhkan calon santri agar tidak kaget ketika memasuki kehidupan pesantren.

Acara dalam FORTASPA  ini di-
setting sesuai kebutuhan calon santri. Terdapat kegiatan Ta’aruf, Riyadoh, kuliah subuh, pendampingan, kerja bakti, kegiatan kebersamaan, materi-materi penting kepesantrenan dan kegiatan lainya. Materi yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi kepesantrenan (keal Mumtasan), keorganisasian, kedisiplinan dan leadership, kesantrian, comunication english effectif dan self motivation.

Selain itu, untuk pengembangan daya nalar ilmiah dan kritis peserta diberikan tugas untuk mempresantasikan tema-tema yang telah ditentukan oleh panitia. Pendampingan dilakukan juga oleh santri lama dengan sistem mentor untuk mendampingi secara pribadi, dilakukan pendampingan untuk mengontrol peserta secara personal.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan santri baru bisa lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan pesantren dan mampu berinteraksi dengan baik.” Ujar Ustad Aji Setiawan, S.Pd.Si  (evn)

Alhamdulilah,MA Al Mumtaz Plus Boyong Piala Pospeda



Siswa-siswi MA Al Mumtaz Plus kembali menunjukkan prestasinya. Santri al mumtaz behasil memboyong  14 piala pospeda  dan 5  diantaranya laju ke propinsi. Pada kejuaraan tahunan yang digelar oleh dinas pendiddikan dan olah raga (DISDIKPORA)  yang bertempat di DIKPORA tersebut.
Dari cabang atletik  berhasil mendapatkan empat piala dan tiga diantaranya laju propinsi, yaitu tenis meja putra dan putri juara satu, lomba cipta puisi juara satu. Dan selain itu mendapatkan juara dua dan tiga.
Tahun lalu dikejuaraan yang sama MA PLUS  Al Mumtaz meraih 4 piala. “semoga dengan kejuaraan ini dapat memotivasi adik-adik kelas khususnya yang baru saja belajar di MA Plus Al Mumtaz, bahwa mondok tidak menjadi penghalang kita berprestasi. Tapi membimbing kita dalam berprestasi,” Ujar Syarif, selaku pembimbing.