SANTRI AL MUMTAZ PINTAR NGAJI, ETOS KERJA TINGGI DAN BERPRESTASI!!

kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas

Selasa, 08 November 2011

Kata Pengantar

Alhamdullilah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Rabbul Izzati yang Maha Murah, Maha Kasih, Maha Tinggi yang tak terhingga kekuasaan Nya. Zaman silih berganti mengikuti Sunnatullah yang tidak mungkin kita hindari. Sebagai makluk Allah kita senantiasa mengalami Sunnatullah dengan selalu berpegang kepada tali-NYA untuk menciptakan hubungan harmonis dengan manusia dan juga dengan alam sekitar dimana kita berada.
Peredaran waktu senantiasa datang dan pergi sebagaimana bergantinya siang dan malam dengan meninggalkan sejarah yang berbeda-beda. Perjalanan itulah yang akhirnya menjadi catatan panjang perjalanan hidup manusia itu sendiri. Maka dari itu setiap generasi diberi kesempatan yang sama oleh Allah untuk menorehkan perjalannya dan akhirnya juga akan menjadi catatan sejarah bagi generasi berikutnya. Adapun bobot nilai sejarahnya adalah tergantung sejauh mana suatu generasi mampu menorehkan tinta emasnya dalam lembaran sejarah generasi pada masanya.
Kita sebagai generasi penerus dan penyambung mata rantai risalah Islamiyah mengemban tugas memikul amanah menggelorakan ukhuwah Islamiyah sebagai kholifah Allah di muka bumi ini. Pelita kehidupan yang telah dipancarkan oleh rasul kita Muhammad SAW. tidak boleh padam dan harus terus kita sebarkan. Kita telah diberi kesempatan oleh Allah untuk mencurahkan apa yang kita miliki untuk menggapai bulan diatas sana dan berdiri tegak ditengah umat dan tidak hanya ingin hanya bertepuk tangan dipinggir sebagai penonton.
Dunia membutuhkan kita supaya berdiri tegak di tengah umat yang sekarang hanyut diterjang gelombang teknologi informasi dan globalisasi sementara umat Islam banyak yang tenggelam dimakan gelombang kemajuan teknologi itu dan tidak tahu harus berbuat apa, harus bagaimana dan akan kemana.
Sikap-sikap kunsumtif, etos kerja yang rendah, malu bekerja kasar pada hal tidak punya skill, keliru memilih westernisasi terhadap pengaruh asing tapi dianggap modernisasi; telah membuat sebagian besar rakyat Indonesia terutama para pemudanya hidup dalam pengangguran dan kesengsaraan di dalam negara yang subur makmur dan kaya raya.
Pesantren Al Mumtaz melihat semua fenomena itu. Kita sadar banyak umat Islam kehilangan arah menjalani kehidupan yang semakin kompleks ini. Tapi kita yakin bahwa kesempatan masih terbuka, Kita belum terlambat untuk bangkit mengobarkan pelita kehidupan yang dibawa oleh junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Sang Panutan, sang  Super leader, Panglima perang, ahli strategi, sang bisnismen yang sukses, sang pembangun negeri yang suram (jahiliyah)menjadi baldatun toyyibatun wa Robbun ghofuur.    
Karena itu Al Mumtaz di rancang untuk mampu menghasilkan alumni yang siap bersaing dengan perkembangan zaman dan mampu menjawab problema-problema yang muncul dengan didasari biground yang agamis.
Kami berharap dukungan semua pihak untuk bersama membangun umat agar mampu menghadapi tantangan zaman, memberi solusi kebekuan umat dan bisa mewujudkan cita-cita Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin. Semoga Allah meridhoi jalan dan upaya yang kita tempuh bersama ini, amin. 

Yogyakarta, 10 Oktober 2010 

Pengasuh
     
M. Khoeron Marzuqi, S.Ag

Tidak ada komentar:

Posting Komentar